Batangbawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dgn biji yg berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Penggerek batang. dgn penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) & fungisida dithane (3 cc/liter air). [Hama dan Penyakit Tanaman Jambu Air] 8. PANEN JAMBU AIR. 8.1. Ciri & Umur Panen Jambu Air
AWAS JANGAN TERGIUR DENGAN HARGA YANG LEBIH MURAH PASTIKAN ANDA MENDAPATKAN PRODUK ASLI NYA KAMI AGEN RESMI SIAP KIRIM Sedang bingung mencari solusi praktis untuk membasmi hama yang menyerang pohon tanaman jambu air anda ?? Dalam pembudidayaan tanaman jambu air tentunya kita akan menghadapai beberapa kendala atau masalah dalam perawatan nya seperti hal adanya serangan hama yang tentunya hal tersebut tidak boleh di anggap sepele Serangan hama yang tentunya bisa memperngaruhi perkembangan tanaman buah jambu tersebut. Jika tanaman anda terserangan hama segera lakukan penanganan nya Salah satu cara untuk mengatasi supaya hama tidak berkembang kini telah hadir PHEFOC HCS Apa Itu Phefoc Hcs Phefoc Hcs atau kependekan dari pestisida , herbisida , fungisida organik cari adalahgabungan dari beberapa fungsi dalam satu produk Phefoc hcs ini adalah pembasmi organik untuk hama seperti hama penggerek , gulma, bakteri tanah, jamur dan berbagai jenis hama lain nya yang bisa menyerang tanaman Dengan penggunan PHEFOC HCS ini maka dapat membantu memaksimalkan hasil dari budidaya tanaman. Manfaat lain dari penggunaan PHEFOC HCS ADALAH Membasmi hama tanaman seperti wereng, serengga, ulat dll Membantu memulihkan tanaman dari serangan bakteri tanah Membasmi jamur pada tanaman , buah, daun serta batang Membasmi gulmaMempercepat pertumbuhan tanaman Membantu memaksimalkan proses pembuahan sehingga panen lebih produktifAturan Pakai PHEFOC HCS Buah 8 tutup botol dengan 14 liter airKLIK TOMBOL BELI SEKARANG JUGA TERJAMIN KEASLIAN NYA
HamaTengau Penyakit Tanaman Jambu Air 1. Antraknosa Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Collectotrichum gloeosporioides Penz. Gejala yang terlihat adalah munculnya seperti bercak-bercak coklat kehitaman pada daun-daun tua pada tanaman. Mengakibatkan pada buah-buah yang membusuk dan berjatuhan, tunas muda mengering dan mati. Cara
Menanam tanaman buah seperti jambu air di depan rumah menjadi hobi baru yang menyenangkan untuk dilakukan. Menyaksikan pohon yang kita tanam tumbuh dan berkembang apalagi sampai berbuah membuat kita semakin antusias. Sayangnya pertumbuhan pohon yang kita harapkan kadang menemui berbagai masalah dan kendala. Salah satunya adalah datangnya serangan hama dan penyakit pada bibit jambu air yang kita rawat. Tentu kita harus menyingkirkan dan mengendalikan serangan hama dan penyakit tersebut. Beberapa hama dan penyakit yang biasanya menyerang bibit jambu air akan kami ulas pada artikel kali ini. Akan kami sertakan juga cara mengendalikan hama dan penyakit tersebut 1. Ulat Kupu-Kupu gajah Hama ini memiliki ciri-ciri berukuran panjang 12 cm, berwarna hijau muda kebiruan, tertutup lapisan seperti lilin berwarna putih. Hama ini biasanya akan bertelur pada tepian daun. Telur itu akan berubah menjadi larva yang memakan habis daun dengan rakus. Untuk mengendalikan hama ini adalah dengan memusnahkan ulat, telur, dan kepompongnya. 2. Lalat buah Hama ini biasanya menyerang buah dengan cara menaruh telurnya pada buah, jadi saat telurnya menjadi larva buahnya akan dimakan. Untuk menanggulangi hama ini anda bisa menyemprotkan insektisida diazinon atau bayrusil dengan dosis yang sesuai anjuran. Anda juga bisa menggunakan alat perangkap yang dapat menarik lalat jantan dan mengurangi populasi lalatnya. 3. Penggerek batang Hama penggerek batang biasanya menyerang batang bibit jambu air kemudian akan membuat lubang pada batang dan mengeroposkannya. Untuk mengendalikan hama ini anda dapat memberikan kapas yang sudah direndam insektisida pada bagian batang yang berlubang. 4. Penggulung daun Hama ini biasanya berasal dari serangga yang bertelur pada daun. Kemudian saat telurnya menetas larva akan merobek ujung daun dan menggulungnya. Gulungan daun akan menggantung di atas. Cara menanggulanginya apabila serangannya kecil anda cukup membuang daun yang menggulung. Namun jika intensitas serangannya tinggi anda dapat menyemprotkan insektisida. 5. Gangguan pada akar Pemberian pupuk yang tidak hati-hati pada bibit jambu air yang sedang berbuah dapat membuat akarnya luka tanpa sengaja. Jika akar mengalami luka bisa berbahaya karena bunga dan buah bisa saja mengalami kerontokan. Karena akar tidak dapat memberikan suplai air ke atas. selain itu jangan menyiram terlalu sering karena terlalu banyak air juga dapat menyebabkan kerontokkan pada bibit jambu air. 6. Kanker Bercak Penyakit ini biasanya terjadi saat hujan deras pada cuaca kering. Karena jamur dapat tumbuh dengan baik pada saat-saat seperti itu. Gejala yang terjadi saat terserang penyakit ini adalah kulit pohon jambu air akan mengeluarkan gum atau blendok yang berwarna gelap. Untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan cara memperbaiki drainase agar air hujan tidak menggenangi permukaan tanah. Lalu untuk batang yang sudah terserang segera lakukan pemotongan dari kulit sampai batang yang sehat. Kemudian bakar bagian yang terserang penyakit tadi. Kemudian bagian yang terkena pemotongan segera olesi dnegan fungisisda. 7. Gangguan pada buah Gangguan pada buah biasanya disebabkan oleh ulat atau lalat buah yang dapat menyebabkan buah mengalami kerontokan dan pembusukan. Saat terserang hama ini buah akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terlihat di permukaan buah. untuk mengendalikan hama ini sebelum buah menjadi besar bungkus terlebih dahulu buah dengan plastik atau alat lainnya. Demikian ulasan kami tentang hama dan penyakit yang biasanya menyerang bibit jambu air. Sekali lagi merawat pohon jambu air tidak mudah tetapi kita harus berusaha secara maksimal, agar buah jambu air yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang baik dan maksimal. Sumber
Padakesempatan ini akan disajikan tentang Hama dan Penyakit tanaman Pala, semoga bermanfaat. Hama Tanaman Pala. Penggerek batang. Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5–1 cm, di mana didapat serbuk kayu. Pengendalian yang dilakukan.
Hama & penyakit tanaman merupakan musuh utama bagi para petani. Tak terkecuali bagi para pembudidaya jambu air. Pengendalian hama penyakit jambu air yang bijak diperlukan agar tanaman tetap tumbuh subur namun tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Berikut ini Taman Inspirasi SAFA tuliskan beberapa hama & penyakit yang biasa menyerang, tak hanya tanaman jambu air namun juga tanaman buah lain. Hama Tanaman Jambu Aira. Hama Ulat Kupu-kupu Gajahb. Kutu Perisai Hijauc. Kelelawar atau Codotd. Tumbuhan Benalue. Hama Lalat Buahf. Hama Penggerek BatangPenyakit Tanaman Jambu Air1. Penyakit Antraknosa2. Penyakit Fisiologis3. Embun Jelaga Hama Tanaman Jambu Air a. Hama Ulat Kupu-kupu Gajah Hama ini berukuran panjang kurang lebih 1,2 cm dengan dominasi warna tubuh hijau. Ulat kupu-kupu gajah menyerang jambu air dengan cara meninggalkan telur pada daunnya. Jika hal ini dibiarkan maka daun akan berlubang karena dimakan oleh induk ulat dan anakannya. Jika tak segera ditangani maka daun akan berkerut lalu berubah warna kekuningan hingga akhirnya layu dan mati. Cara yang aman untuk mengendalikan serangan hama ulat jenis ini yakni dengan mengambil ulat beserta telurnya dari daun yang terserang lalu musnahkan. Akan tetapi cara ini kurang efektif jika diterapkan pada lahan yang luas. Jika Anda memiliki area budidaya jambu air yang luas ada baiknya gunakan pestisida organik atau non organik sesuai dosis yang proporsional. b. Kutu Perisai Hijau Sebenarnya pola penanganan hama jenis ini tidak sulit. Sebab, kutu perisai hijau adalah makanan kepik. Terlebih, saat musim penghujan, kutu jenis ini akan hilang dengan sendirinya. Namun jika Anda tetap menginginkan untuk membasmi hama kutu ini ada baiknya gunakan pestisida organik bawang putih atau sirih merah. Untuk cara pembuatannya Anda bisa baca disini. c. Kelelawar atau Codot Hewan ini suka berkeliaran di malam hari untuk mencari makan. Apalagi, makanan favorit kelelawar atau codot adalah semacam buah-buahan termasuk jambu air. Kelelawar atau codot akan menyerbu tanaman jambu air saat mulai berbuah dan mendekati masak. Untuk menanggulangi serangan kelelawar atau codot, Anda bisa menggunakan penutup dari anyaman bambu istilah bahasa jawanya dibrongsong. Hal itu akan meminimalisir kerugian panen yang disebabkan serangan kelelawar atau codot. d. Tumbuhan Benalu Seperti kita ketahui bahwa benalu tergolong tanaman parasit yang hidupnya bergantung pada tanaman lain. Pohon jambu air yang ditempeli benalu akan membuat nutrisi dari akar tidak bisa terserap optimal untuk pertumbuhan bunga dan buah. Untuk mengendalikannya cukup mudah. Singkirkan tanaman benalu yang menempel pada batang tanaman jambu air. Lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai menyakiti tanaman jambu air. e. Hama Lalat Buah Lalat buah termasuk salah satu hama yang seringkali menyerang tanaman saat masuk masa berbunga. Hama ini biasanya menyerang bunga yang telah berumur kurang lebih 15 hari sehingga membuatnya mudah rontok. Atau jika hama ini menyerang buah maka akan membuatnya busuk sebelum matang. Untuk mengendalikan serangan lalat buah maka perlu dilakukan pembungkusan pada bunga atau bakal buah. Namun jika hama sudah terlanjur menyerang dengan masif maka perlu segera dilakukan penanganan dengan menyemprotkan insektisida dengan dosis sewajarnya. Serangan yang dilakukan lalat buah adalah melalui telur yang ditinggalkannya pada daging buah jambu air. Saat telur menetas dan menjadi lava, maka lava ini akan memakan buah jambu sehingga membuat buah berlubang dan cepat busuk sebelum matang. f. Hama Penggerek Batang Hama penggerek biasanya menyerang bagian batang jambu air. Ciri utama pohon yang terserang hama penggerek yakni kulit batang pohon mudah terkelupas dan keluar getah. Untuk mengendalikannya, Anda bisa semprotkan pestisida atau insektisida organik maupun non-organik dengan dosis secukupnya. Penggunaan pestisida organik selain efektif mengatasi permasalahan hama penyakit jambu air, juga aman jika diaplikasikan untuk jangka waktu yang lama. Baca Juga Trichoderma & Pemanfaatannya untuk Membuat Kompos Lebih Efektif Penyakit Tanaman Jambu Air 1. Penyakit Antraknosa Penyakit Antraknosa ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gloeosporiodes. Gejalanya yakni timbulnya bercak coklat kehitaman pada dedaunan yang tua. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terganggu sehingga banyak bakal buah yang membusuk sementara tunas muda terlihat mengering dan layu. Cara Pengendalian Penyakit Antraknosa ini dapat dikendalikan dengan cara memangkas atau menghilangkan bagian pohon yang terserang. Bisa juga ditangani dengan menyemprotkan fungisida organik atau non-organik seperti Antracol. 2. Penyakit Fisiologis Penyakit fisiologis biasanya disebabkan oleh perawatan tanaman yang kurang optimal. Akibatnya, daya tahan tanaman turun dan mudah terserang hama/penyakit. Gejala yang paling sering yakni munculnya cendawan yang sangat merugikan tanaman sehingga akar mudah busuk dan berakhir dengan kematian tanaman. Cara Pengendalian Penyakit dapat dikendalikan sejak dini dengan perawatan yang maksimal seperti pengairan, pemupukan dan penyiangan/pembersihan gulma secara rutin. 3. Embun Jelaga Penyakit embun jelaga disebabkan oleh kutu capnodium sp. Ciri tanaman yang terserang penyakit ini adalah bagian atas daun tertutup lapisan hitam menyerupai jelaga. Cara Pengendalian Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida atau memangkas dan membuang bagian tanaman yang terserang sehingga mengurangi resiko penyebaran penyakit. Sebenarnya, hama & penyakit pada tanaman apapun dapat dihindari sejak dini jika kita senantiasa memberikan perawatan yang optimal pengairan, pemupukan, pemangkasan & pembersihan gulma saat masa pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan inilah tanaman akan banyak menyerap nutrisi yang bermanfaat bagi pembentukan daya tahannya terhadap serangan hama & penyakit. Itu tadi beberapa informasi dan tips terkait pengendalian hama penyakit jambu air yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi Anda pecinta tanaman buah. Jangan lupa share artikel ini ke akun sosial media sobat TIS sekalian. Terima kasih. Wassalam.
PengaruhPembelajaran Coveeratif Script Terhaadap Hasilpembelajaran Siswa Pda Materi Irus Di Kela X Sma Negeri 15 Palembang. Pengaruh Pembelajaran Savi (Somatis, Auditori, Visual & Intelektual) Menggunakan Metode Praktikum Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas Xii Di Sma Negeri 1 Lawang Wetan Musi Banyuasin.
Waspadalahterhadap Hama Penggerek Batang Padi ( PBP ) Menjelang Musim Hujan Perubahan iklim yang terjadi saat ini, perlu diwaspadai. Dampaknya akan muncul berbagai hama penyakit dan menurunnya
. 462 199 441 91 424 364 174 152
hama penggerek batang jambu air